Awal riset yang terasa sendirian
Pada tahun pertama pascasarjana, saya diberi sebuah topik dan mulai mengumpulkan paper. Satu paper bisa memakan satu hari penuh. Bahkan setelah selesai membaca, saya sering merasa hampir tidak menangkap apa pun.
Sebagai pembaca non-native English, bahasa hanyalah hambatan pertama. Istilah, sistem eksperimen, dan asumsi latar belakang juga sama sulitnya. Saya ingin bertanya kepada senior di lab, tetapi mereka sibuk dengan eksperimen mereka sendiri.
Paper cetak yang belum terbaca terus menumpuk di meja. Orang lain tampak sudah bergerak ke eksperimen, sementara saya masih tertahan di pintu masuk. Perasaan itu tetap membekas.
Bagi saya, mendengarkan bekerja lebih baik
Belakangan saya menyadari bahwa audio adalah saluran belajar yang kuat bagi saya. Saat bekerja sebagai dokter dan menyiapkan ujian masuk pascasarjana, saya merekam diri sendiri membaca soal dan jawaban, lalu mendengarkannya seperti radio di sela tugas.
Cara itu membuat saya bisa belajar tanpa selalu menatap layar. Materi bisa ikut bersama saya saat bergerak, bekerja, atau beristirahat.
Paperfy dibangun dari pengalaman itu
Paperfy mengubah PDF menjadi briefing radio paper sekitar empat menit. Anda mendengar latar belakang, pertanyaan, metode, hasil, dan kesimpulan sebelum masuk ke ringkasan, gambar, evidence, dan paper asli.
Ini dibuat untuk peneliti sibuk, klinisi, mahasiswa, dan siapa pun yang membutuhkan pintu masuk yang lebih ringan ke paper yang padat.