Topik Paperfy
Workflow systematic review
Hubungkan search, PRISMA, screening, ekstraksi, dan cek sumber.
8 panduan
Mulai dari panduan ini
Metodologi systematic review: apa bedanya dengan tinjauan pustaka yang sekadar sangat teliti
Systematic review bukan sekadar tinjauan pustaka yang sangat teliti — pertanyaan, pencarian, seleksi, penilaian, dan sintesisnya dirancang sebelum Anda mulai. Gambaran utuh seluruh prosesnya, dari protokol hingga PRISMA.
2Memakai AI dalam systematic review: makin sering dipakai, makin penting catatannya
Dalam systematic review, AI berperan pada pembacaan awal, pengusulan kandidat, dan penyusunan draf. Keputusan inklusi, alasan eksklusi, risk of bias, dan kesimpulan tetap milik manusia — dan makin banyak AI dipakai, makin penting catatan keputusan Anda.
3Manajemen literatur systematic review: simpan keputusannya, bukan hanya PDF-nya
Yang paling mudah hilang dalam systematic review bukanlah file PDF, melainkan keputusan Anda. Cara menjaga hasil skrining, alasan eksklusi, dan data ekstraksi tetap melekat pada setiap paper.
Semua panduan topik ini
Metodologi systematic review: apa bedanya dengan tinjauan pustaka yang sekadar sangat teliti
Systematic review bukan sekadar tinjauan pustaka yang sangat teliti — pertanyaan, pencarian, seleksi, penilaian, dan sintesisnya dirancang sebelum Anda mulai. Gambaran utuh seluruh prosesnya, dari protokol hingga PRISMA.
Baca panduanMemakai AI dalam systematic review: makin sering dipakai, makin penting catatannya
Dalam systematic review, AI berperan pada pembacaan awal, pengusulan kandidat, dan penyusunan draf. Keputusan inklusi, alasan eksklusi, risk of bias, dan kesimpulan tetap milik manusia — dan makin banyak AI dipakai, makin penting catatan keputusan Anda.
Baca panduanManajemen literatur systematic review: simpan keputusannya, bukan hanya PDF-nya
Yang paling mudah hilang dalam systematic review bukanlah file PDF, melainkan keputusan Anda. Cara menjaga hasil skrining, alasan eksklusi, dan data ekstraksi tetap melekat pada setiap paper.
Baca panduanCara membuat diagram alir PRISMA: hitung sejak hari pertama, jangan menggambar di akhir
Diagram alir PRISMA hanya menyulitkan jika angkanya direkonstruksi saat penulisan. Catat jumlah hasil pencarian, deduplikasi, dan alasan eksklusi sambil jalan — di akhir tinggal mengisi kotaknya.
Baca panduanMetode penilaian risk of bias: tanyakan soal ruang distorsi, bukan bagusnya paper
Penilaian risk of bias menakar seberapa besar metode membuka ruang distorsi hasil, bukan seberapa bagus papernya. Apa yang diperiksa pada RCT — dan mengapa ringkasan AI tidak dapat menilainya.
Baca panduanSystematic review vs meta-analisis: yang satu proses, yang satu alat
Systematic review adalah proses mencari dan menilai studi; meta-analisis adalah alat statistik untuk menggabungkan hasilnya. Begini hubungan keduanya yang sebenarnya.
Baca panduanCara melakukan scoping review: gambarlah petanya, jangan kejar jawabannya
Scoping review tidak menjawab "apakah ini efektif?" — ia memetakan riset yang ada di suatu bidang. Pelajari cara merumuskan pertanyaan dengan PCC, mencari secara luas, membuat charting, dan menemukan kesenjangan riset.
Baca panduanApa Itu PCC? Merumuskan Pertanyaan Scoping Review, Dijelaskan lewat Perbandingan dengan PICO
Pertanyaan scoping review dirumuskan dengan PCC—Population, Concept, Context—bukan PICO. Panduan pemula tentang perbedaannya, lengkap dengan contoh dan cara PCC menurunkan kata kunci serta kriteria seleksi.
Baca panduanWorkflow terkait
Screening, PICO, dan ekstraksi data
Dari pertanyaan klinis ke PICO, screening abstrak, full text, dan ekstraksi.
Lihat topik4 panduanPersiapan meta-analisis
Pisahkan paper, outcome, catatan ekstraksi, dan batasan sebelum sintesis.
Lihat topik13 panduanLiterature review dan riset terdahulu
Bandingkan banyak paper dan simpan jejak review yang jelas.
Lihat topik3 panduanManajemen paper dan workflow Paperfy
Simpan PDF, ringkasan, gambar, catatan, dan audio dalam satu halaman paper.
Lihat topik